Kejadian ini bermula disaat pelajaran terakhir sekolah.
Teeeeetttt (bunyi bel ya bukan bunyi klakson motor).
Dari kejauhan tampaklah seorang guru fiqih berambut hampir semua putih dibalut peci kuning dan berkulit hitam dengan kacamatanya yang khas.
Teman pum bertanya "pak, kita solat jamaah kan?". Aku terpana pertanda kabel-kabel yang ada di otak belum tersambung sempurna seperti adegan patrick di film spongebob yang emang lama untuk soal berfikir.
Semua pun berhamburan masuk mengambil telekung (aha catatan: perempuan aja yang laki-laki mah gak). Dengan muka tolol ku yang masi tau mereka buat apa masuk ke kelas aku pun ikut-ikutan masuk ke kelas. Ku lihat mereka mengambil telekung yang mereka bawa aku pun ikut mengambilnya dari tas.
Dengan bangganya aku keluarkan telekung yang aku bawa dari tas karena aku dapat solat berjama'ah di mushola MAN 2 kucinta. Karena sangkin bangganya aku pun mulai usil mengejek teman yang ada di bangku belakang aku.
"Cip, bawa telekung?"
"Gak"
"Ahaha kasian, aku bawa" sambil tunjuk-tunjukin telekung yang aku bawa. Sangkin bangganya aku karena bawa telekung jadinya ku tanya semua yang minggu lalu gak bawa telekung.
"Rin, bawa telekung?"
"Bawa dong"
Ntah kenapa aku juga gak tau aku mulai jingkrak-jingkrak kesenangan sambil menyanyikan "aku bawa telekung, aku bawa telekung"
Sampe di luar pintu kelas pun aku masi berjingkrak-jingkrak mengatakan "aku bawa telekung, aku bawa telekung"
Aku pun berjalan gaya Dora the explorer sambil terus mengucapkan "aku bawa telekung, aku bawa telekung"
Yap kejadian itu pun terjadi di saat aku berjalan melewati lorong. Lorong gelap yang kusam (Aha ini gak nyata ya). Pas lihat ke telekung aku rada heran. Kok ringan ya? Perasaan tadi berat. Pas lirik kebelakang ternyata tuh telekung udah nyungsep di parit aja. Dengan tampang polos bin paok binti tolol aku ngambil tuh telekung dan dengan nada ancur kayak orang lagi putus cinta
"Yah telekung aku jatuh"
Sontak semua kawan aku tertawain aku gak ketinggalan orang-orang yang ada di musola pun ikut menertawakan aku
Sialnya lagi datang adek kelas pulangi buku yang dipinjam.
"Kak nah kak. Aku udah punya buku qur'an haditsnya"
Aku yang sibuk ngambil telekung aku yang jatuh ke parit cuma bisa bilan
"Ah iya"
Si adek malah bilang "Ya ampun"
Ahhh berasa tolol aku.
Aku pun berlari ke kelas si bapak guru tadi pun heran dan bertanya "Loh kenapa?
"Jatuh ke parit pak" nada polos
Si bapak geleng kepala. Ahh sekali lagi ini memalukan.
Di musola bukannya di bantuin cari rok telekungnya malah aku di ejekin sampe seisi musola pada tau insiden memalukan itu.
Selesai solat aku malah di tengokin sama seisi musola seakan-akan aku yang malingin sepatu mereka. Ahhh sekali lagi itu memalukan.
Di kelas bukannya udahan di ejeknya malah di share ke semua isi kelas. Bah jadi tau semua, malahan aku dibilang cari sensasi padahal aku gak tau kenapa tuh telekung bisa pisah dari pelukan hangat aku ya? Padahal kan nyaman. Mungkin karena aku bau ketek kali ya. Ah jadinya tuh telekung malah nyungsep ke parit. "Rasakan, kualat kau telekung. Katain ketek aku bau lagi"
NB: adegan ini jangan ditiru. Adegan ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang profesional
Teeeeetttt (bunyi bel ya bukan bunyi klakson motor).
Dari kejauhan tampaklah seorang guru fiqih berambut hampir semua putih dibalut peci kuning dan berkulit hitam dengan kacamatanya yang khas.
Teman pum bertanya "pak, kita solat jamaah kan?". Aku terpana pertanda kabel-kabel yang ada di otak belum tersambung sempurna seperti adegan patrick di film spongebob yang emang lama untuk soal berfikir.
Semua pun berhamburan masuk mengambil telekung (aha catatan: perempuan aja yang laki-laki mah gak). Dengan muka tolol ku yang masi tau mereka buat apa masuk ke kelas aku pun ikut-ikutan masuk ke kelas. Ku lihat mereka mengambil telekung yang mereka bawa aku pun ikut mengambilnya dari tas.
Dengan bangganya aku keluarkan telekung yang aku bawa dari tas karena aku dapat solat berjama'ah di mushola MAN 2 kucinta. Karena sangkin bangganya aku pun mulai usil mengejek teman yang ada di bangku belakang aku.
"Cip, bawa telekung?"
"Gak"
"Ahaha kasian, aku bawa" sambil tunjuk-tunjukin telekung yang aku bawa. Sangkin bangganya aku karena bawa telekung jadinya ku tanya semua yang minggu lalu gak bawa telekung.
"Rin, bawa telekung?"
"Bawa dong"
Ntah kenapa aku juga gak tau aku mulai jingkrak-jingkrak kesenangan sambil menyanyikan "aku bawa telekung, aku bawa telekung"
Sampe di luar pintu kelas pun aku masi berjingkrak-jingkrak mengatakan "aku bawa telekung, aku bawa telekung"
Aku pun berjalan gaya Dora the explorer sambil terus mengucapkan "aku bawa telekung, aku bawa telekung"
Yap kejadian itu pun terjadi di saat aku berjalan melewati lorong. Lorong gelap yang kusam (Aha ini gak nyata ya). Pas lihat ke telekung aku rada heran. Kok ringan ya? Perasaan tadi berat. Pas lirik kebelakang ternyata tuh telekung udah nyungsep di parit aja. Dengan tampang polos bin paok binti tolol aku ngambil tuh telekung dan dengan nada ancur kayak orang lagi putus cinta
"Yah telekung aku jatuh"
Sontak semua kawan aku tertawain aku gak ketinggalan orang-orang yang ada di musola pun ikut menertawakan aku
Sialnya lagi datang adek kelas pulangi buku yang dipinjam.
"Kak nah kak. Aku udah punya buku qur'an haditsnya"
Aku yang sibuk ngambil telekung aku yang jatuh ke parit cuma bisa bilan
"Ah iya"
Si adek malah bilang "Ya ampun"
Ahhh berasa tolol aku.
Aku pun berlari ke kelas si bapak guru tadi pun heran dan bertanya "Loh kenapa?
"Jatuh ke parit pak" nada polos
Si bapak geleng kepala. Ahh sekali lagi ini memalukan.
Di musola bukannya di bantuin cari rok telekungnya malah aku di ejekin sampe seisi musola pada tau insiden memalukan itu.
Selesai solat aku malah di tengokin sama seisi musola seakan-akan aku yang malingin sepatu mereka. Ahhh sekali lagi itu memalukan.
Di kelas bukannya udahan di ejeknya malah di share ke semua isi kelas. Bah jadi tau semua, malahan aku dibilang cari sensasi padahal aku gak tau kenapa tuh telekung bisa pisah dari pelukan hangat aku ya? Padahal kan nyaman. Mungkin karena aku bau ketek kali ya. Ah jadinya tuh telekung malah nyungsep ke parit. "Rasakan, kualat kau telekung. Katain ketek aku bau lagi"
NB: adegan ini jangan ditiru. Adegan ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang profesional
posted from Bloggeroid
Komentar